Laporan Hasil Vertikultur

 Nama : Alfani Futri

Kelas   : XB



1. PENYEMAIAN




Penyemaian bisa dilakukan dengan menebar biji-biji benih diatas media semai yang subur. Setelah dilakukan penyemaian kurang lebih 1 minggu atau setelah muncul beberapa helai daun. Bibit-bibit tersebut bisa di pindahkan ke lahan yang telah kita siapkan.


2. MENYIAPKAN ALAT UNTUK MEDIA TANAM







1. Siapkan Botol Bekas

Siapkan botol bekas. Lalu, potong botol menjadi dua bagian. Tempatkan bagian tutup botol ke dalam bagian bawah botol. Posisi tutup botol akan tampak terbalik.


Botol bagian tutup botol akan menjadi tempat media tanam sedangkan botol di bagian bawah menjadi tempat air yang bernutrisi atau berisi zat hara.


2. Hubungan Kedua Bagian Botol

Hubungkan kedua bagian botol dengan menggunakan kain. Kain yang digunakan berupa sumbu kompor. Atau bisa dengan menggunakan kaos kaki dan bisa juga dengan menggunakan kain flanel yang dipotong seukuran sumbu kompor.

Lubangi bagian tutup botol agar kain atau sumbu kompor bisa masuk ke lubang tutup botol sehingga kain dapat menjuntai kebagian bawah botol.  Kain ini berfungsi untuk menghubungkan nutrisi air dengan media tanam.


3. MENANAM BIBIT KEDALAM MEDIA TANAM



Siapkan media tanam

Siapkan media tanam pada media tanam yang sudah di jelaskan tadi . Isi dengan bibit tanaman selada yang sudah di semai. Media tanam hidroponik dapat berupa sekam bakar, rockwool, atau cocopeat.

mengisi air berzat hara

Setelah semua sistem dapat beroperasi, tuangkan air berzat hara pada bagian bawah botol sebelum batas menyentuh tutup botol yang terbalik. Air berzat hara adalah air bernutrisi tinggi yang mengandung mineral yang dibutuhkan tanaman untuk berfotosintesis. 

Ganti air berzat hara secara rutin

Air berzat hara akan menyusut perlahan karena digunakan oleh tumbuhan, setelah air menyurut ditambahkan kembali air.

Tempatkan pula media tanam dengan lokasi yang sesuai dengan pencahayaan yang baik, jika perlu tambahkan pupuk kompos agar semakin cepat proses memanen.



4. PANEN




Panen pada step ini kita memanen selada, karena untuk selada ini tergolong sayuran yang cepat di panen Namun, umur selada hidroponik berbeda dengan selada yang ditanam secara konvensional. Selada hidroponik bisa dipanen setelah berumur 58 sampai 60 hari setelah semai. Namun, jika dihitung dari pindah tanam, umur selada hidroponik hanya 23 hari saja.



5. PEMBERSIHAN LAHAN 








Kesimpulan

Kesimpulan dari projek kali ini adalah Vertical garden berfungsi menghadirkan efek visual, membuat penanda sebuah lokasi, meningkatkan keanekaragaman hayati. Vertical garden dibangun berdasarkan prinsip desain kesatuan, aksentuasi, dan proporsi. Vertical garden dibangunan beradasarkan tinjauan aksesbilitas, aspek keselamatan, serta pemilihan hardscape yang tepat, seperti pemilihan kayu sebagai kerangka vertical garden. Evaluasi nilai estetika menunjukkan bahwa vertical garden dapat menambah nilai estetika suatu tempat sempit.



Saran

Saran untuk perancangan sebuah vertical garden yang akan diletakkan dalam

sebuah lokasi kebun (outdoor), perlu mempertimbangkan :

1. Luasan pada vertical garden yang akan dibuat jika difungsikan sebagai pemecah angin.

2. Prinsip desain tentang keseimbangan, irama, sirkulasi dan keamanan pada vertical garden.

3. Penggunaan bahan untuk frame yang akan digunakan untuk vertical garden.

4. Pemilihan tanaman yang akan digunakan untuk vertical garden.




Komentar

Postingan populer dari blog ini

pelajaran hidup dari kesederhanaan alam

INVITATION LETTER

Teks eksposisi